Tuesday, April 27, 2010

Kisah Cinta Zainab Bintu Rasulillah S.A.W



Beliau adalah putri tertua dari rasul termulia, Muhammad bin Abdullah bin Abdil Muthalib Shallallahu ‘alaihi wasallam. Wanita mulia ini lahir dari rahim ibundanya Khadijah bintu Khuwailid bin Abdil ‘Uzza bin Qushay sepuluh tahun sebelum nubuwah. Tepatnya ketika Nabi berumur tiga puluh tahun.[1]

Zainab kecil hidup di tengah lingkungan keluarga yang penuh limpahan kehormatan dan kemuliaan. Betapa tidak? Kedua ayah ibunya merupakan orang-orang terpandang di tengah Quraisy, sebelum keadaan itu berubah dengan pengangkatan Muhammad sebagai nabi dan rasul. Hingga pada usia gadisnya, tidak sedikit pemuka-pemuka Quraisy bersaing ingin mempersunting putri Muhammad al Amin Shallallahu ‘alaihi wasallam ini. Namun Allah mentaqdirkan Zainab dipersunting oleh Abu al ‘Ash[2], yang tak lain adalah putra dari bibinya dari pihak ibu, Halah bintu Khuwailid, sebelum pengangkatan ayahnya sebagai nabi. Kala itu usia Zainab belum lagi genap sepuluh tahun. Pernikahan Zainab dengan Abul ‘Ash ini pun semakin mengokohkan tali kekerabatan kedua keluarganya. Sungguh suaminya begitu memberikan limpahan cinta kepadanya. Hingga pada suatu saat ketika Abul ‘Ash berada dalam perjalanan menuju Syam dan meninggalkannya di Mekah, ia senantiasa teringat akan belahan jiwa tercintanya seraya melantunkan sebait syair ungkapan kerinduannya:

Ku teringat Zainab saat kubersandar pada bebatuan

Kukatakan berilah minum bagi seorang yang tinggal di al Haram

Putri Al Amin semoga Allah memberinya ganjaran karena keshalihahannya

Dan setiap suami pasti memuji orang yang sangat dikenalnya

Dari hal ini ada sebuah pelajaran yang bisa dipetik oleh para muslimah. Meskipun usia Zainab kala itu masih sangat belia, namun sungguh ia telah berhasil meraih ridha suaminya dengan ketinggian akhlak dan keluhuran budi pekertinya, yang tak lain merupakan buah dari didikan kedua orang tuanya. Cinta dan kasih sayang mereka pun semakin kokoh dengan lahirnya dua orang anak yang Allah karuniakan kepada mereka berdua, yakni Ali dan Umamah[3].

Haripun bergulir, waktu pun terus berlalu. Perjalanan waktu mengantarkan mereka untuk menyaksikan nubuwah Muhammad sesuai taqdir yang Allah tetapkan. Tanpa ragu sedikitpun, Zainab segera mengikuti jejak ibunda tercinta. Ia masuk Islam tidak lama berselang setelah sang ibu mengikrarkan keimanannya. Namun sayang, betapapun besar cinta suaminya kepadanya, hal itu tidak membuat suaminya ikut serta beriman bersamanya. Abul ‘Ash masih enggan meninggalkan keyakinan nenek moyangnya saat itu. Maha Benar Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah berfirman dalam kitabNya:

إِنَّكَ لاَ تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (QS. 28:56)

Satu lagi keteladanan yang patut kita contoh dari pribadi wanita mulia ini. Betapapun besar cintanya kepada suaminya, namun hal itu tidak menghalanginya untuk segera beriman. Sikap Abu al ‘Ash sama sekali tidak menggoyahkan keyakinannya terhadap kebenaran risalah yang dibawa oleh sang ayah. Ketika kaum muslimin hijrah ke Habasyah kerena intimidasi yang dilakukan oleh Musyrikin Quraisy, Zainab terhalang untuk ikut serta bersama rombongan Muhajirin menyelamatkan keimanan mereka ke negeri Najasyi. Sang suami tidak mengizinkannya untuk pergi ke Habasyah. Namun kekerasan dan kekejaman yang dilakukan musyrikin Quraisy kian hari kian bertambah. Puncaknya, mereka berkonspirasi untuk membunuh Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun menurunkan perintah kepada rasulNya untuk hijrah ke Madinah. Di kota ini, dakwah Islam mendapat sambutan dari para penolong agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, kaum Ashor yang telah lama meminta Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk hijrah ke negeri mereka. Dua tahun setelah itu, pasukan kaum muslimin bertemu dengan kafilah Quraisy Mekah di Badr. Hingga pecahlah perang Badr Al Kubra yang berujung dengan kekalahan di pihak Quraisy. Tujuh puluh orang dari Quraisy berhasil ditawan oleh kaum muslimin. Abu al ‘Ash merupakan salah satu diantara para tawanan itu. Ia ditawan oleh seorang sahabat dari kalangan Anshor bernama Abdullah bin Jubair bin an Nu’man. Musyrikin Mekah segera mengirim utusan untuk membebaskan para tawanan mereka dengan memberikan sejumlah tebusan kepada kaum muslimin. Amr bin Ar Rabi’, saudara kandung Abu al ‘Ash, termasuk salah satu dari utusan tersebut. Ia datang untuk menebus saudaranya. Saat itu, ia juga membawa kalung yang diperintahkan oleh Zainab untuk diberikan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai tebusan suaminya. Maka ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melihat kalung tersebut, beliau segera mengenalinya. Kalung tersebut adalah milik istri pertamanya Khadijah yang kemudian ia berikan kepada putrid mereka Zainab saat pernikahannya dengan Abu al ‘Ash. Hati beliau begitu tersentuh karena melihat kalung itu. Beliau terkenang akan istri tercintanya Khadijah. Jasanya terhadap beliau dan dakwah Islam sungguh takkan pernah terlupakan. Beliau berkata kepada para sahabat:” Seandainya kalian mau membebaskan tawanan putriku dan kalian berkenan mengembalikan kalung miliknya, maka lakukanlah!” Para sahabat berkata:”Ya, wahai Rasulullah!”. Mereka pun segera membebaskan Abu al ‘Ash dan mengembalikan kalung milik Zainab. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian membuat perjanjian dengan Abu al ‘Ash agar ia mengizinkan istrinya untuk hijrah ke Madinah. Abu al ‘Ash memenuhi perjanjian itu dan ia meyakinkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa ia tidak ingin menceraikan istrinya walaupun Quraisy menghasutnya untuk melakukan hal itu. Rasulullah pun menghargai sikap Abu al ‘Ash dan berterima kasih akan sikap baiknya kepada keluarganya selama ini. Dan tinggallah Zainab di kota Madinah bersama sang ayah.

Kemudian pada bulan Jumadil ‘Ula tahun ke enam hijriyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar berita bahwa ada serombongan kafilah milik Quraisy yang kembali dari Syam. Beliau lalu mengutus Zaid bin Haritsah untuk memimpin 170 sahabat demi menghadang kafilah tersebut. Pasukan muslimin berhasil mengatasi mereka dan menawan orang-orang yang ada dalam kafilah serta menahan harta bawaan mereka. Para tawanan digiring menuju Madinah. Kali ini, Abu al ‘Ash kembali menjadi tawanan kaum muslimin. Karena ternyata ia ikut dalam rombongan kafilah tersebut. Ia kemudian menemui istrinya dan memohon perlindungan kepadanya. Zainab pun bersedia melindunginya. Selepas shalat shubuh, ia mengumumkan kepada orang-orang dengan suaranya yang lantang:”Wahai manusia, sesungguhnya aku telah memberikan perlindungan kepada Abu al ‘Ash bin Ar Rabi’.” Mendengar suara putrinya, Rasulullah pun bertanya kepada para shahabat:”Wahai sekalian manusia, adakah kalian mendengar apa yang aku dengar?”. Mereka menjawab:”Ya”. Kemudian beliau berkata:”Demi Dzat Yang jiwaku berada di tanganNya, tidaklah aku mengetahui hal ini sebelumnya, sampai aku mendengar apa yang kalian dengar juga. Sesungguhnya kaum mu’minin adalah pelindung bagi selain mereka (orang kafir). Orang yang terdekatlah (kerabat) yang (lebih berhak) melindungi mereka. Dan sungguh kita pun melindungi orang yang telah dilindungi olehnya (Zainab)!”. Rasulullah keluar dari masjid dan menemui putrinya. Beliau berkata:”Wahai putriku, berikanlah ia (Abu al ‘Ash) tempat yang baik, akan tetapi janganlah ia mendekatimu karena sesungguhnya engkau tidak halal baginya selama ia masih musyrik”. Zainab berkata:”Sesungguhnya ia datang meminta agar hartanya dikembalikan”. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun menemui para sahabat dan berkata kepada mereka:”Sesungguhnya laki-laki ini (Abu al ‘Ash) adalah termasuk keluarga kami sebagaimana yang kalian ketahui. Dan kalian telah mangambil hartanya yang merupakan pemberian Allah kepada kalian. Namun aku ingin kalian berbuat baik kepadanya dan mengembalikan hartanya. Jika kalian menolak, sesungguhnya kalian lebih berhak atas harta itu”. Para sahabat berkata:”Bahkan kami akan mengembalikannya wahai Rasulullah”. Sikap Zainab dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ini memberikan kesan mendalam dalam jiwa Abu al ‘Ash. Ia pun kembali menuju Mekah dan mengembalikan seluruh harta penduduk Mekah yang dititipkan kepadanya. Ia berkata kepada mereka:”Wahai Quraisy, adakah salah seorang dari kalian yang belum mengambil haknya?”. Mereka berkata:”Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Sungguh kami mendapatimu seorang lelaki yang memenuhi amanah lagi mulia”. Abu al ‘Ash kembali berkata:”Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Demi Allah, tiada yang menghalangiku untuk masuk Islam kecuali kekhawatiran bahwa kalian akan menyangka aku memakan harta -harta kalian. Namun Allah telah mengembalikan harta kalian, (ketahuilah) kini aku telah masuk Islam”. Abul ‘Ash kemudian meninggalkan Mekah menuju Madinah untuk menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan istri tercintanya.

Peristiwa ini terjadi pada tahun ke tujuh Hijriyah. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dengan penuh suka cita mengembalikan putrinya kepada Abul’ Ash tanpa akad nikah yang baru[4]. Maka kini terhimpunlah kembali tali cinta yang telah terserak selama enam tahun karena perbedaan prinsip keimanan. Namun sungguh takdir tak dapat dielak. Belum genap setahun mereka merajut kembali tali kasih dalam manisnya keimanan, Allah kembali memisahkan mereka dengan satu perpisahan yang takkan pernah ada pertemuan kembali setelahnya di dunia.

Pada awal tahun ke delapan hijriyah, Zainab bintu Rasulullah wafat setelah sakit yang dideritanya beberapa lama. Kesedihan mendalam kembali di alami oleh Abu al ‘Ash dengan kematian istri tercintanya. Di antara wanita yang ikut memandikan jenazahnya adalah Ummu Aiman serta dua orang istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni Saudah bintu Zam’ah dan Ummu Salamah.

Sekitar lima tahun kemudian, Abu al ‘Ash pun wafat menyusul istri tercintanya. Semoga rahmat Allah dan ridhaNya senantiasa tercurah atas mereka seluruhnya. Amin.

Maraji’ dan Mashadir:

  1. Al Quran dan terjemahnya, cet Mujamma’ Malik Fahd, Saudi Arabia.
  2. Al Isti’ab fii Ma’rifat al Ashab, Yusuf bin Abdillah bin Muhammad bin Abdil Barr (463 H), tahqiq Ali Muhammad Al Bajawi, Daar Al Jiil, Beirut, cet I, th 1412 H.
  3. Siyar A’lam an Nubala, Adz Dzahabi, tahqiq Syu’aib Al Arna’uth, Mu’assasah Ar Risalah, cet XI, th 1422 H/2001 M.
  4. Al Ishabah fii Tamyiz ash Shahabah, Ibnu Hajar Al ‘Asqalani, tahqiq Ali Muhammad Al Bajawi, Daar Al Jiil, Beirut, cet I, th 1412 H/1992 M.

[1] Al Isti’ab 4/1839 dan 1853.

[2] Ada silang pendapat di kalangan sejarawan tentang nama Abul ‘Ash ini. Banyak diantara mereka yang mengatakan namanya adalah Laqith. Ada juga yang mengatakan Mihsyam, Muhasysyim, az Zubair dan Yasir atau Yasim. Lihat Al Ishabah 7/249 dan Al Isti’ab 4/1701.

[3] Ali bin Abi al ‘Ash ini meninggal pada saat menjelang usia balighnya. Sedangkan putri mereka Umamah, ia hidup sampai dewasa dan menikah dengan Ali bin Abi Thalib setelah Fathimah bintu Rasulullah wafat. Lihat Siyar A’lam an Nubala 2/246.

[4] Ini menurut pendapat banyak ahli sejarah. Lihat al Ishabah 7/249, Siyar A’lam an Nubala 2/249. Dahulu jika ada seorang wanita yang beriman lebih dahulu dari suaminya kemudian suaminya beriman, maka Nabi mengembalikan wanita itu kepada suaminya dengan akad nikah yang awal (dahulu). Setelah turun firman Allah surat At Taubah, maka wanita yang beriman lebih dahulu daripada suaminya, tidak boleh kembali kepada suaminya yang beriman setelahnya kecuali dengan akad nikah yang baru. Namun ada beberapa ahli sejarah, diantaranya asy Sya’bi, mengatakan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mengembalikan Zainab kepada Abu al ‘Ash dengan akad nikah yang baru. Lihat al Isti’ab 4/1701. Wallahu a’lam.

Fakta Mengenai Gula


Apakah Gula?

  • Gula adalah karbohidrat ringkas yang membekalkan sumber tenaga segera yang mudah diserap oleh tubuh.
  • Secara semulajadi, gula boleh didapati dalam makanan yang mengandungi karbohidrat seperti nasi, mi, roti, pasta dan ubi-ubian. Gula juga terdapat dalam buah-buahan dalam bentuk fruktosa, dan susu dalam bentuk laktosa.
  • Selain terdapat dalam bentuk semulajadi, gula juga ditambah ke dalam makanan semasa penyediaan atau pemprosesan.
  • Pengambilan gula tambahan tidak diperlukan dalam diet harian kerana gula boleh diperoleh daripada makanan yang mengandungi karbohidrat.
  • Pada label makanan, gula boleh disenaraikan sebagai sukrosa (sucrose), fruktosa (fructose), sorbitol, manitol (mannitol), sirap jagung (corn syrup), madu (honey), malt, ekstrak malt (malt extract), maltosa (maltose), ekstrak beras (rice extract), molas (molasses) , golden syrup dan inverted sugar .

Apakah saranan pengambilan gula tambahan?

  • WHO (2003) menyarankan pengambilan gula tambahan tidak melebihi 10% daripada jumlah tenaga harian. Oleh itu, bagi orang dewasa, purata pengambilan gula tambahan yang disarankan adalah tidak melebihi 10 sudu teh sehari (50g).
  • Gula tambahan yang dimaksudkan adalah monosakarida dan dwisakarida yang ditambah ke dalam makanan dan minuman oleh pengilang-pengilang makanan dan gula yang ditambah semasa memasak dan menyedia makanan.

Apakah corak pengambilan gula di Malaysia?

  • Berdasarkan Kajian Pengambilan Makanan di Kalangan Orang Dewasa Malaysia 2002/2003, orang dewasa di Malaysia menambah 7 sudu teh sehari (51g) iaitu 4 sudu teh (21g) gula pasir dan 3 sudu teh (30g) susu pekat manis ke dalam minuman mereka. Jumlah gula yang ditambah ke dalam minuman ini sahaja telah melebihi saranan Pertubuhan Kesihatan Sedunia (WHO) dan Panduan Diet Malaysia yang mencadangkan pengambilan jumlah gula sehari tidak melebihi 50g.

Apakah corak pengeluaran gula di Malaysia?

  • Data daripada Kementerian Perdagangan Dalam Negeri, Koperasi dan Kepenggunaan menunjukkan bahawa pengedaran gula di Malaysia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pengedaran gula domestik telah meningkat daripada 651,973.12 metrik tan pada tahun 2004 kepada 806,381.88 metrik tan pada tahun 2009. Sementara pengedaran gula industri pula telah meningkat daripada 306,895.34 metrik tan pada tahun 2004 kepada 474,801.16 metrik tan pada tahun 2009. Data ini menunjukkan bahawa pengambilan gula di kalangan rakyat Malaysia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ini mungkin disebabkan oleh harga gula yang murah.

Apakah kesan pengambilan gula secara berlebihan?

  • Pengambilan gula yang berlebihan boleh mengakibatkan pengambilan tenaga yang berlebihan.
  • Pengambilan tenaga harian yang berlebihan dalam jangkamasa yang panjang boleh meningkatkan berat badan dan menyebabkan obesiti. Keadaan ini akan menjadi lebih serius sekiranya diet harian adalah tinggi lemak dan kurangnya aktiviti fizikal yang dilakukan.
  • Tinjauan Kesihatan dan Morbiditi Kebangsaan (National Health and Morbidity Survey, NHMS) III, 2006 mendapati 29.1% orang dewasa di Malaysia berlebihan berat badan mankala 14.0% pula obes. Ini telah menunjukkan peningkatan berbanding NHMS II, 1996 iaitu masing-masing 16.0% (berlebihan berat badan) dan 4.0% (obes).
  • Obesiti dan berlebihan berat badan meningkatkan risiko mendapat pelbagai jenis penyakit kronik seperti diabetes, darah tinggi dan sakit jantung.
  • Prevalen pesakit diabetes dalam kalangan penduduk yang berumur lebih daripada 30 tahun telah meningkat daripada 8.3% pada tahun 1996 (NHMS II) kepada 14.9% pada tahun 2006 (NHMS III).
  • Gula juga boleh dikaitkan dengan pembentukan karies gigi (dental caries). Data dari Kementerian Kesihatan menunjukkan kadar karies gigi di kalangan kanak-kanak berumur 5 tahun adalah 76.5% (2005) dan 80.9 % dalam kalangan kanak-kanak yang berumur 6 tahun (1997).

Apakah saranan Kementerian Kesihatan Malaysia dalam mengurangkan pengambilan makanan dan minuman kurang gula?

Saranan utama 1

  1. Makan makanan yang rendah kandungan gula.

Cara untuk mencapai

  1. Pilih atau sediakan kuih dan kek yang rendah kandungan gula.
  2. Gantikan manisan seperti kuih dan kek dengan pilihan yang lebih sihat seperti buah-buahan.
  3. Kurangkan kekerapan mengambil makanan yang bergula.
  4. Elakkan mengambil makanan yang bergula di antara waktu makan utama dan sebelum tidur.
  5. Semak kandungan gula pada senarai ramuan sesuatu produk makanan. Sekiranya gula tersenarai di bahagian awal senarai ramuan, ini menunjukkan gula merupakan komponen utama makanan tersebut.

Saranan Utama 2

  1. Minum minuman yang rendah kandungan gula.

Cara untuk mencapai

  1. Minumlah air kosong berbanding minuman manis seperti air berkarbonat atau air sirap dan kordial.
  2. Hadkan pengambilan gula atau susu pekat manis atau susu isian pekat manis kepada 1 sudu teh sahaja untuk setiap cawan minuman.
  3. Minta untuk kurangkan gula atau susu pekat manis atau susu isian pekat manis semasa memesan minuman.
  4. Periksa kandungan gula dalam label minuman.
  5. Kurangkan kekerapan mengambil minuman yang bergula seperti air berkarbonat,kordial, cendol dan air batu campur (ABC).
  6. Elak mengambil minuman yang bergula di antara hidangan utama dan sebelum waktu tidur.

(Sumber: Panduan Diet Malaysia 2010)


Apakah kesan penjimatan gula kepada kesihatan?

  • Pengurangan penggunaan gula menjimatkan perbelanjaan dan boleh meningkatkan taraf kesihatan.

Kesan kepada kesihatan individu:

  • 1 sudu teh gula membekalkan 20 kilokalori. Sekiranya seseorang itu mengambil makanan dan minuman yang ditambah dengan 7 sudu teh gula sehari, jumlah pengambilan tenaga tambahan daripada gula adalah 140 kilokalori. Jika tidak digunakan, 140 kilokalori tenaga ini akan ditukarkan kepada 20 gram lemak. Jika pengambilan gula ini berterusan setiap hari dan tenaga yang dihasil tidak digunakan untuk tempoh sebulan, akan terkumpul 600 gram lemak. Jika pengumpulan lemak ini berterusan selama 1 tahun, akan terkumpul 7.2 kilogram lemak berlebihan dalam badan!. Ini belum ditambah dengan pengumpulan lemak daripada makanan yang berminyak, bersantan dan berlemak yang diambil setiap hari.
  • Untuk membakar 140 kilokalori yang diperolehi daripada 7 sudu teh gula tambahan, seseorang itu perlu berjoging atau berjalan menaiki bukit selama 20 minit, senamrobik selama 30 minit, berbasikal selama 40 minit atau melakukan kerja-kerja rumah yang biasa seperti menyapu sampah, membasuh, memasak dan mengemas selama 1 jam.
  • Sekiranya seseorang itu mengurangkan pengambilan gula tambahan kepada 3 sudu teh gula sehari (iaitu 1 sudu teh gula bagi setiap cawan minuman dan diambil 3 kali sehari), beliau telah dapat mengelakkan penambahan tenaga sebanyak 80 kilokalori sehari, 560 kilokalori seminggu atau 2240 kilokalori sebulan. Oleh itu, beliau dapat mengelakkan penambahan lemak sebanyak 300 gram sebulan, atau 600 gram dalam tempoh dua bulan atau 3.6 kilogram dalam tempoh setahun.

Kesan ekonomi kepada pengendali makanan

  • Berat 1 sudu teh gula adalah 5 gram. Oleh itu, 1 kilogram gula adalah bersamaan dengan 200 sudu teh gula.
  • Harga satu kilogram gula adalah RM1.65. Oleh itu, harga bagi 1 sudu teh gula adalah 0.8 sen atau 1 sen.
  • Sekiranya seorang pengendali makanan yang biasa menyediakan minuman menggunakan gula tambahan sebanyak 4 sudu teh bagi setiap cawan mengurangkannya kepada 1 sudu teh, beliau dapat menjimatkan perbelanjaan sebanyak 3 sen bagi setiap cawan minuman yang disediakan. Sekiranya beliau menyediakan minuman bergula kepada 500 orang pelanggan satu hari, beliau boleh menjimatkan perbelanjaan sebanyak RM15 (3 sen x 500 cawan) sehari, atau RM450 (RM15 x 30 hari) sebulan, dan RM5,400 (RM450 x 12 bulan) setahun!

Apakah usaha yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesihatan bagi mendidik rakyat mengurangkan pengambilan gula?

  • Kementerian Kesihatan telah menjalankan beberapa inisiatif bagi mendidik rakyat supaya mengurangkan pengambilan gula. Ini termasuk melalui Kempen Cara Hidup Sihat, bermula pada tahun 1991. Kempen ini diterus dan diperkukuhkan sehingga kini melalui pelaksanaan Promosi Makan Secara Sihat (Healthy Eating Promotion).
  • Pada tahun 1998, Kempen Kurangkan Gula telah dijalankan secara intensif. Semasa kempen ini, pelbagai aktiviti telah dijalankan. Ini termasuk kempen yang disasarkan kepada gerai makanan dengan menggunakan slogan "1 Mencukupi, Kurang Lebih Baik"; rundingan dengan hotel, restoran, kantin, kedai kopi, pemegang francais dan katerer; serta penyebaran mesej kurangkan gula melalui risalah, poster dan iklan televisyen. Selain daripada itu perundingan dengan industri makanan turut dijalankan. Melalui perundingan ini, industri makanan telah bersetuju untuk mengurangkan kandungan gula dalam produk makanan dan minuman yang mereka keluarkan. Hasilnya, pada hari ini didapati semakin banyak produk yang kurang kandungan gula di pasaran. Usaha ini sedang diteruskan bagi memastikan peningkatan produk sebegini di pasaran.
  • Seiring dengan usaha ini, pelabelan makanan "rendah gula" (low sugar) dan "bebas gula" (sugar free) telah dibenarkan di bawah Peraturan-peraturan Makanan 1985. Mengikut Peraturan-peraturan ini, makanan "rendah gula" adalah makanan yang mengandungi gula tidak melebihi 5 gram per 100 gram atau 2.5 gram per 100 ml. Makanan "bebas gula" pula adalah makanan yang mengandungi gula tidak melebihi 0.5 gram per 100 gram atau 100 ml. Peraturan-peraturan Makanan 1985 juga mewajibkan pelabelan kandungan gula dalam minuman sedia diminum.
  • Pada tahun 2007, kempen media yang menumpukan kepada promosi makan secara sihat yang dikenali sebagai "5M" telah dijalankan. "Mengurangkan Gula" merupakan salah satu mesej yang disampaikan dalam kempen ini.
  • Usaha lain yang dilakukan oleh Kementerian Kesihatan termasuk menjalankan aktiviti pendidikan melalui media masa dan melalui beberapa setting seperti Pusat Maklumat Pemakanan dan Dapur Sihat Masyarakat yang terdapat di hampir semua negeri. Usaha juga dilakukan bagi mendidik kanak-kanak sekolah melalui program dan aktiviti yang dijalankan bersama Kementerian Pelajaran Malaysia termasuk melalui mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesihatan.
  • Mesej bagi mengurangkan pengambilan gula juga merupakan salah satu komponen utama di dalam Panduan Diet Malaysia.
  • Perkhidmatan runding cara pemakanan juga disediakan di klinik-klinik kesihatan bagi meningkatkan pengetahuan dan kemahiran masyarakat tentang amalan makan secara sihat, termasuk mengurangkan pengambilan gula. Perkhidmatan terus kepada rakyat ini diberikan oleh Pegawai Zat Makanan. Sehingga Mac 2010, 51 jawatan Pegawai Zat telah diwujudkan di klinik-klinik kesihatan untuk tujuan ini. Perkhidmatan ini akan diperkukuhkan dengan menempatkan Pegawai Zat Makanan di semua klinik kesihatan.

Apakah tujuan kempen kurangkan gula 2010?

  • Kempen Kurangkan Gula 2010 merupakan usaha berterusan kerajaan untuk mendidik rakyat tentang kesan pengambilan gula yang berlebihan. Dalam masa yang sama, kempen ini bertujuan menggalakkan pengendali makanan dan industri makanan menyediakan makanan dan minuman yang rendah kandungan gula kepada pengguna. Ini penting bagi menyediakan persekitaran yang menggalakkan rakyat mempraktikkan amalan makan secara sihat.
  • Tujuan jangka panjang kempen ini adalah untuk melahirkan rakyat yang sihat dan sejahtera, supaya dapat menyumbang secara berkesan kepada pembangunan negara.

Kandungan gula tambahan dalam beberapa contoh makanan dan minuman

Kandungan gula dalam beberapa contoh kuih tempatan

Jenis

Berat (g) bagi setiap satu

Kandungan gula (g) bagi setiap satu

Bilangan sudu teh gula
(1 sudu teh = 5g)

Kuih koci

40-50

10-13

2 ¼

Kuih keria

55-65

10-13

2 ¼

Seri muka

110-120

10-13

2 ¼

Donat

45-55

7-10

1 ¾

Kuih lapis

120-140

5-7

1 ¼

Lepat pisang

65-75

10-13

2 ¼

Puding jagung

70-80

7-10

1 ¾

Bingka ubi kayu

70-90

18-25

4 ¼

Sumber : Panduan Diet Malaysia, 2010


Kandungan gula dalam beberapa contoh minuman berbungkus

Jenis

Isipadu per kotak/ tin/ botol (ml)

Kandungan gula (g) per kotak/ tin/ botol

Bilangan sudu teh gula
(1 sudu teh = 5g)

Minuman isotonik

240

16

3 ¼

Minuman berkarbonat

240

25

5

Minuman soya

300

28

5 ½

Minuman teh

240

28

5 ½

Minuman blackcurrant

300

35

7

Minuman laici

300

33

6 ½

Minuman teh bunga

300

21

4 ¼

Minuman cincau

300

27

5 ½

Minuman tenaga

330

59

11 ¾

Sumber : Panel Maklumat Pemakanan pada label minuman berkaitan (Tinjauan Pasaran, Januari 2010)


7 Langkah bijak mengurangkan gula
  1. Minum air kosong bagi menggantikan minuman manis seperti air berkarbonat, air sirap dan kordial.
  2. Hadkan gula, susu pekat manis, susu isian pekat manis dan krimer manis kepada 1 sudu teh sahaja untuk setiap cawan minuman.
  3. Elak menambah gula dalam masakan. Sediakan kuih dan kek yang rendah kandungan gula.
  4. Elakkan makanan dan minuman bergula di antara hidangan utama dan sebelum waktu tidur.
  5. Makan buah sebagai pencuci mulut bagi menggantikan makanan bergula seperti kuih, kek dan bubur.
  6. Baca label dan elakkan produk yang menyenaraikan gula di bahagian awal senarai ramuan.
  7. Pilih produk berlabel "rendah gula" dan "bebas gula".

Rujukan

  1. Panduan Diet Malaysia 1999. Jawatankuasa Penyelaras Makanan dan Pemakanan Kebangsaan, Kementerian Kesihatan Malaysia.
  2. Recommended Nutrient Intake, 2005. National Coordinating Committee on Food and Nutrition, Ministry of Health Malaysia.
  3. Strategy for the Prevention of Obesity Malaysia 2005.
  4. National Healthy Morbidity Survey III, 2006. Ministry of Health Malaysia.
  5. Malaysian Adult Nutrition Survey, 2002/2003. Ministry of Health Malaysia.
  6. Food Balance Sheet, FAO 2008.
  7. Panduan Diet Malaysia, 2010. Kumpulan Kerja Teknikal Panduan Diet Malaysia. Kementerian Kesihatan Malaysia.

Situasi Semasa Demam Denggi Dan Chikungunya Di Malaysia

KENYATAAN AKHBAR Y.B. MENTERI KESIHATAN MALAYSIA

KENYATAAN AKHBAR KETUA PENGARAH KESIHATAN MALAYSIA

Situasi Semasa Influenza A (H1N1) 27 April 2010

Sehingga jam 8:00 pagi pada 27 April 2010, Kementerian telah menerima sejumlah tiga (3) laporan kejadian kluster ILI seperti di Lampiran 1.

Sementara itu, sehingga jam 5:30 petang 26 April 2010, sejumlah 29 kes disahkan influenza A(H1N1) dilaporkan menjadikan jumlah terkumpul kes adalah 13,480. Jumlah kes ILI yang masih dirawat di- dalam wad di seluruh negara adalah sebanyak 563 kes. Daripada jumlah tersebut, 68 kes (12.1%) telah disahkan positif influenza A(H1N1). Bilangan yang dirawat di Unit Rawatan Rapi (ICU) adalah 10 kes dengan tujuh (7) mempunyai faktor risiko. Tiada laporan kematian yang diterima semalam menjadikan daftar kematian H1N1 seluruh negara masih kekal 80 orang.

Kementerian ingin menegaskan bahawa penularan jangkitan influenza A(H1N1) masih aktif di dalam komuniti. Masyarakat diminta supaya sentiasa berwaspada dan terus mengamalkan langkah-langkah pencegahan. Orang awam yang mempunyai faktor risiko seperti asma, diabetes, penyakit buah pinggang, penyakit jantung, penyakit paru-paru, ibu mengandung dan kegemukkan (morbid obesity) digesa mendapatkan pelalian vaksin H1N1 di 104 fasiliti Kementerian seluruh negara. Maklumat lanjut berkenaan influenza A(H1N1) boleh didapati dengan melayari laman sesawang Kementerian Kesihatan di http://h1n1.moh.gov.my atau menghubungi hotline Kementerian Kesihatan di talian 03-88810200/0300.

Sekian dan terima kasih.

TAN SRI DATO’ SERI DR. HJ. MOHD. ISMAIL BIN MERICAN
Ketua Pengarah Kesihatan Malaysia

Tarikh: 27 April 2010